ja_mageia

Pokok Doa (Sakit)
1. Ibu Totty Atman
2. Hidayat Musa


    
  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Increase font size
  • Decrease font size
  • Default font size
Home
GKI Perumahan Citra 1
Kebangkitan-Nya Memberikan Damai Sejahtera PDF Print E-mail
Written by Pulo R. S. Banjarnahor   
Saturday, 02 April 2016 15:06

Belum lama kita mendengar meninggalnya Pendeta Petrus Agung di Kota Semarang di mana jemaat begitu khusuk berdoa agar almarhum hidup kembali sesaat setelah beliau meninggal. Keadaan ini mereka harapkan terjadi karena begitu dekatnya almarhum dengan jemaatnya. Hal yang sama mungkin bisa kita alami bila ada teman hidup atau saudara kita yang sungguh punya peran yang begitu besar pergi dari hidup kita. Kepergian seseorang yang sangat berarti dalam hidup kita sering membuat kita berkeinginan untuk berusaha menghadirkan kembali sosoknya di hidup kita.

Kebangkitan Yesus pada hari ketiga sebenarnya sudah pernah diungkapkan-Nya sebelum Dia disalibkan. Pernyataan ini begitu kuat diingat oleh orang Yahudi sehingga mereka berusaha menghadirkan tentara untuk menjaga makam Yesus. Kabar kebangkitan Yesus pada hari ketiga sebelum kematian Yesus membuat mereka mencurigai itu hanya skenario sebagian sahabat dan murid-murid-Nya saja. Usaha mereka  untuk menjaga kubur Yesus dengan menghadirkan tentara menimbulkan suasana yang mencekam bagi para murid dan sahabat Yesus. Keadaan ini membuat pengelompokan di antara murid dan sahabat Yesus, ada yang berkumpul membicarakan pengalaman yang mereka alami dan melakukan kegiatan-kegiatan seperti ketika mereka masih bersama-sama Yesus, ada yang kembali kepada pekerjaan sebelumnya. Sebagian murid mungkin merasa apa yang mereka lakukan belum maksimal sehingga ada yang datang ke kubur Yesus pada pagi-pagi sekali sekedar untuk mengetahui keadaan kubur-Nya.

Peristiwa terbukanya pintu kubur Yesus dan bertemunya Maria dengan Yesus yang sudah bangkit menjadi berita seperti nyala api yang mengobarkan semangat para murid. Murid yang sudah mendengarkan berita kebangkitan Yesus tadinya dalam suasana tercekam, diingatkan kembali proses dan pengajaran Yesus sebelum disalibkan. Ketakutan mereka  sebelumnya karena guru yang mereka ikuti mati di kayu salib sekarang telah bangkit kembali mengobarkan semangat mereka. Berkobarnya semangat para murid setelah mendengar kabar kebangkitan Yesus membuat mereka lebih sering berkumpul yang menimbulkan rasa kebersamaan yang semakin kuat. Kehadiran hadirat Yesus setelah kebangkitan-Nya di tengah-tengah mereka, mengokohkan Iman mereka. Pernyataan bahwa Yesus akan bangkit pada hari ketiga terbukti sudah. Thomas murid Yesus yang sebelumnya ragu akan kemenangan Yesus mengalahkan maut menjadi terpana akan kehadiran-Nya. Perasaan damai sejahtera melingkupi semua murid-murid akan kehadiran Yesus yang sudah bangkit. Pengalaman damai sejahtera yang dialami murid-murid Yesus mendorong mereka giat memberitakan Kebangkitan Yesus dari kematian.

Maut yang sudah dikalahkan oleh Yesus mengajarkan kepada kita bahwa Yesus Tuhan yang berkuasa atas maut. Yesus yang sudah terbukti bangkit pada hari ketiga seperti nubuat sebelumnya juga berkata bahwa kita yang percaya kepada-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Mari kita yang percaya akan kebangkitan Yesus seperti semangat Petrus dan murid lainnya memberitakan kemenangan Yesus atas kematian.

 

Penulis: Pulo R. S. Banjarnahor

Sumber: Renungan Warta Jemaat GKI Perumahan Citra 1

No: 1/XXII/Minggu, 3 April 2016

 

Last Updated on Saturday, 02 April 2016 15:09
 
JALAN SALIB, CINTA TUHAN, CINTA MANUSIA PDF Print E-mail
Written by Pnt. Lieke Handoko Winata   
Saturday, 02 April 2016 15:02

Melalui Masa Raya Paskah, yang sudah kita lalui, kita diajak untuk memahami dan meneladankan apa yang Tuhan Yesus sudah lakukan. Di dalam ketaatan Yesus kepada kehendak Bapak-Nya, menempuh jalan Salib sebagai wujud cinta Tuhan kepada kita, manusia.

Cinta sebuah kata yang sederhana tapi mempunyai kekuatan yang dahsyat, yang mampu menggerakkan orang untuk berbuat hal yang luar biasa. Seperti:

 

  • Cinta Maria Magdalena membasuh kaki Tuhan Yesus dengan minyak Narwastu murni yang mahal harganya dan menyeka dengan rambutnya.
  • Cinta seorang ibu dengan mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan anaknya.
  • Cinta seorang kekasih yang berbuat segalanya untuk pasangan yang dicintainya.
  • Cinta Yesus memberikan hidup-Nya untuk manusia berdosa yang    dicntai-Nya.

 

Cinta adalah sebuah perasaan yang dapat membuat orang sangat gembira atau sebaliknya menjadi sedih. Cinta juga sebuah tindakan nyata sebagai wujud perasaan tersebut. Perbuatan besar dapat lahir dari perasaan cinta.

Yohanes 20:11-18 menceritakan perasaan cinta Maria kepada Tuhan                        Yesus, sang Guru. Maria Magdalena yang begitu bersedih hati mengetahui tubuh Yesus sudah tidak ada, lalu berasumsi dicuri orang. Dia sangat tidak rela semua ini terjadi terhadap Yesus. Air mata dan rasa sedihnya membuatnya tidak dapat mengenali Tuhan Yesus yang sudah bangkit, menghampiri dan menyapanya (ayat 14). Sapaan Yesus secara pribadi: “Maria,  Maria” menyadarkan Maria akan kehadiran Yesus, Guru yang dicintainya. Saat itu pastilah ada kegembiraan yang luar biasa dalam hati Maria mengetahui Guru yang dicintainya sudah bangkit. Maria sampai tidak mau melepaskan pegangannya pada Yesus (ayat 16, 17). Sekali lagi nampak cinta Maria kepada Yesus, walaupun cinta Maria masih bersifat egois, yaitu untuk dirinya sendiri. Tapi Yesus menyadarkannya, dengan menyuruh Maria untuk pergi dan memberitakan kebangkitan-Nya kepada saudara-saudara yang lain (ayat 18). Tuhan Yesus ingin Maria membagi berita sukacita tersebut kepada saudara-saudaranya yang lain, yaitu para murid. Yesus mengubah dari cinta yang terfokus untuk diri sendiri menjadi cinta yang terfokus kepada orang lain, sehingga orang lain mendapatkan pengharapan pula.

Hal ini pula yang terjadi dengan 2 orang murid yang dalam perjalanan menuju Emaus setelah bertemu dan bercakap-cakap dengan Yesus disepanjang jalan, telah mengubahkan hidup mereka, rasa sedih, kecewa, putus asa mereka, sehingga mereka  menjadi berubah, menjadi penuh gairah, semangat dan dorongan untuk memberitakan kebangkitan Yesus kepada orang lain (Lukas 24:31-35). Cinta yang menggebu-gebu bukan lagi terfokus untuk diri sendiri tapi ingin dibagikan kepada orang lain.

Hidup tanpa cinta, seperti makan tanpa garam, tidak ada rasa, hambar. Garam membuat makanan menjadi enak, nikmat. Cinta harus ada dalam diri setiap insan. Tapi cinta yang bagaimana? Cinta yang terfokus untuk diri sendiri? Atau cinta seperti yang Tuhan Yesus teladankan, yaitu dengan memberi hidup untuk orang lain, memberi sukacita, semangat, pengharapan, penghiburan, perhatian. Cinta bukan semata menerima tapi justru memberi.

Yesus sudah bangkit, Dia hadir dalam setiap nafas hidup kita. Dia hadir dalam hati kita. Dia menghembusi kita dengan cinta-Nya. Cinta yang dinamis, hidup, terwujud untuk orang lain. Sehingga orang lain pun merasakan cinta Tuhan kita Yesus Kristus. Mari kita menjadi penerus cinta Tuhan.

Selamat Paskah, selamat memberi cinta.

 

Penulis: Pnt. Lieke Handoko Winata

Sumber: Renungan Warta Jemaat GKI Perumahan Citra 1

No: 52/XXI/Minggu, 27 Minggu 2016

 

 

 

 
PENGAMPUNAN YANG MEMULIHKAN SEPERTI YANG KRISTUS AJARKAN PDF Print E-mail
Written by Susijanti Surjana   
Monday, 07 March 2016 08:48

Bacaan kita Minggu ini dari Lukas 15:11-32 tentang Perumpamaan Anak Yang Hilang, menggambarkan hati Bapa kepada kita. Dia tetap mau menerima kita sebagai mana adanya kita. Bapa tidak menghitung-hitung kesalahan kita, tetapi dengan segera mengampuni kita apabila kita datang pada-Nya. Bukan itu saja, Ia akan memperlakukan kita dengan sangat istimewa. Siapakah kita? Tetapi begitulah, kita sangat berharga di mata-Nya.

Tema Ibadah kita pada hari Minggu ini berbicara tentang pengampunan. Pengampunan yang bagaimana? Pengampunan yang Kristus ajarkan.  Apa alasannya? Karena yang Yesus ajarkan akan memulihkan hati dan hidup kita. Inilah tujuan utama Allah Bapa mengutus Putera Tunggal-Nya ke dalam dunia ini, agar manusia dapat bebas dari segala ikatan-ikatan yang akan membelengu hidupnya. Salah satunya adalah hati yang menyimpan kemarahan, kebencian, kekecewaan dan hal-hal lain yang membuat diri kita jauh dari rasa damai sejahtera yang Tuhan Yesus tinggalkan.

Oleh karenanya, hari ini Yesus mau kita dibebaskan dari segala belenggu yang mengikat kita. Yesus tahu, saat kita memendam kemarahan, kekecewaan, dendam, kita tidak mungkin dapat merasakan kasih-Nya, kita tidak mungkin dapat bertumbuh dalam iman dan kita melukai hati Bapa; karena Yesus telah mati di Kayu Salib untuk membebaskan kita dari belenggu dosa, agar kita menjadi orang merdeka.

Mari saudara-saudara, kita datang pada Bapa yang sangat mengasihi kita, Dia akan mencabut semua jeratan-jeratan yang mengikat kita dan yang menghambat kasih-Nya untuk kita alami dan rasakan. Tuhan Yesus akan memulihkan kita. Kita hanya perlu menyerahkan diri untuk dikuasai oleh Roh Kudus dan berjalan sesuai kehendak-Nya.

Seorang teman saya pernah mempunyai pengalaman menyimpan kemarahan terhadap istri dari kakak suaminya, yang adalah sahabatnya di masa remaja. Kemarahan akibat perbuatan fitnah, mengakibatkan  ketidakharmonisan hubungan dirinya dengan mertuanya. Teman saya mengatakan untuk semua hal yang telah dilakukan wanita itu terhadap dirinya, akan dia bawa mati. Dengan kata lain, dia tidak akan berdamai dengannya. Tetapi setelah puluhan tahun waktu berjalan, Tuhan Yesus melakukan mujizat pada hari pernikahan keponakannya, yakni anak dari iparnya itu. Saat dia bersedia datang ke undangan pernikahan itu, Yesus mencabut luka dalam hatinya dan dia mengatakan tidak merasakan sakit lagi. Rasa sakit dan luka di hatinya tiba-tiba lenyap saat dia memeluk iparnya. Ketika itulah, dirinya dipulihkan.

Tema kita bukan hanya sebuah judul saja dan Firman Tuhan yang kita baca bukan hanya cerita atau dongeng. Tetapi firman yang hidup, firman yang berkuasa untuk memulihkan. Percayalah!

Syair lagu Mengampuni yang dinyanyikan Maria Shandi mudah-mudahan dapat menjadi doa kita.

 

Mengampuni

 Ketika hatiku t’lah disakiti

Ajar ku memberi, hati mengampuni

Ketika hidupku t’lah dihakimi

Ajar ku memberi, hati mengasihi

 

Reff.:   Ampuni bila kami

Tak mampu mengampuni yang bersalah kepada kami

Seperti Hati Bapa, mengampuni

Mengasihi tiada pamrih.

 

Tuhan Yesus memberkati kita! 

 

Penulis: Susijanti Surjana

Sumber: Renungan Warta Jemaat GKI Perumahan Citra 1

No: 49/XXI/Minggu, 6 Maret 2016

 

 
Bela Rasa Allah: Paskah: Kala Allah Berbela Rasa Pada Dunia PDF Print E-mail
Written by Pnt. Gloria Tesalonika, S.Si (Teol)   
Friday, 29 April 2011 04:30

Enam Minggu Pra-Paskah telah berlalu. Hari ini kita tiba pada peristiwa yang amat penting dan juga menentukan bagi hidup manusia yaitu peristiwa kebangkitan Tuhan Yesus Kristus atau yang kemudian disebut dengan Paskah (Ibrani: Pesakh, artinya berlalu atau melewati — kerapkali dihubungkan dengan Paskah Yahudi dalam konteks Perjanjian Lama, yaitu peristiwa pembebasan Bangsa Israel dari tanah Mesir). Bagi umat Kristen, Paskah memberikan makna yang amat bernilai, yaitu sebagai puncak karya keselamatan Allah yang dinyatakan melalui Tuhan Yesus Kristus.

Last Updated on Friday, 29 April 2011 04:39
Read more...
 
BELA RASA ALLAH: KALA ALLAH MENJADI HAMBA PDF Print E-mail
Written by J-Hadi-Sucianto   
Friday, 15 April 2011 09:14

Hari Minggu ini, kita memasuki Minggu Pra Paskah ke-6, yang disebut juga Minggu Palmarum. Minggu Palmarum mengingatkan kita bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem menunggang seekor keledai, dielu-elukan sebagai Raja juga Mesias. Perikop ini sudah sering kita dengar sejak dahulu, mungkin kala masih di Sekolah Minggu. Ceritanya tidak berubah, hanya cara pandang akan kita perluas, dengan memperhatikan siapa saja tokoh-tokoh yang ada dalam cerita ini dan bagaimana mereka menjalani perannya.

Ada dua murid yang diminta Yesus untuk meminjam keledai di kampung depan. Mereka “patuh” dengan perintah Yesus, tidak menanyakannya, “keledai yang mana ?, siapa yang punya? pinjam-nya gratis atau sewa ? kalau yang punya nggak ngasih, bagaimana?

Last Updated on Friday, 15 April 2011 09:27
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Polling

Berapa lama Saudara mengenal Paideia
 

Whos Online

We have 1 guest online

Dokumentasi



Pengunjung

mod_vvisit_counterHari Ini2
mod_vvisit_counterKemarin33
mod_vvisit_counterMinggu Ini35
mod_vvisit_counterBulan Ini66
mod_vvisit_counterKeseluruhan78105

Login Form